Pulau Belitung tidak hanya dikenal oleh keindahan alamnya saja, nyatanya pulau ini juga menyimpan beberapa sejarah yang menarik, salah satunya terdapat didalam Museum Badau. Museum ini terletak di daerah Jalan Badau, Badau, Kabupaten Belitung yang dimana museum ini menjadi saksi bisu atas kejayaan Kerajaan Badau yang pernah menduduki wilayah Belitung.
Museum ini menyimpan berbagai koleksi menarik, mulai dari senjata tradisional, perhiasan, barang-barang rumah tangga hingga prasasti kuno. Setiap benda memiliki cerita dan makna tersendiri yang mewakili kehidupan keluarga Badau di masa itu. Barang yang paling menonjol dalam koleksi ini adalah sepasang tombak besar yang konon dibuat oleh Daron Muyan Gresik, raja pertama Badau. Sepasang tombak ini diberi nama Berlek 13, konon katanya tombak ini memiliki jenis kelamin laki-laki dan perempuan dan kedua tombak ini tidak dapat dipisahkan. Kedua tombak ini disimpan didalam sebuah lemari, dan konon katanya lemari tersebut diberi parfum yang dimana parfum ini menjadi makanannya.
Selain terdapat tombak, museum ini juga terdapat berbagai aneka senajta seperti, pedang, keris, yang dahulu digunakan oleh tentara Kerajaan Badau untuk berperang melawan pasukan Belanda. Pengunjung juga dapat melihat peninggalan benda-benda rumah tangga pada masa Kerajaan Badau seperti, kendi, baki, dan periok dalong. Semua benda ini tersusun rapi didalam lemari yang berada di ruangan dalam.
Tidak hanya Sekedar Museum
Tips dan Alasan untuk Mengunjungi Museum Badau
- Membaca panduan dan aturan, sebelum mengunjungi museum hendaknya kita membaca panduan yang terdapat didalam museum tersebut.
- Berpakaian yang sopan.
- Menyiapkan kamera, hal ini dapat digunakan untuk mengabadikan momen yang berharga didalam museum.
- Menjaga kebersihan sekitar museum.
- Untuk menambah wawasan, mengetahui tentang sejarah Badau akan menambah wawasan anda tentang kebudayaan yang ada di Indonesia.
- Terdapat spot foto yang menarik, dibeberapa sudut di museum ini dapat dijadikan spot foto yang menarik bagi anda.
- Mengapresiasi budaya lokal, dengan mengunjungi museum ini anda dapat turut melestarikan budaya yang ada di Belitung.


1 Komentar
wow, tombaknya dikasih makan parfum... :o
BalasHapus