Situs Religi yang Mengapung di Tengah Danau Beratan, Pura Ulun Danu

Sumber: Wonderful Indonesia

Pulau Dewata atau yang biasa disebut dengan Bali, merupakan pulau yang kaya akan berjuta-juta keindahan alam dan budayanya. Tidak hanya memiliki pantai yang indah, Bali juga memiliki berbagai situs religi yang tersebar di seluruh wilayahnya. Walaupun sudah berusia ratusan bahkan ribuan tahun, situs-situs religi ini masih terus dirawat dan digunakan sebagai tempat ibadah para penduduk setempat. Dari sekian banyak pura di Bali, terdapat satu pura yang mencuri perhatian saya. Ya, pura tersebut adalah Pura Ulun Danu yang mengapung di tengah-tengah Danau Beratan. Bukan hanya sebuah tempat ibadah, keindahan Pura Ulun Danu pun berhasil menarik perhatian para wisatawan dari berbagai penjuru dunia.


Seperti yang tercantum pada Lontar Babad Mengwi, Pura Ulun Danu dibangun oleh I Gusti Agung Putu, seorang bangsawan yang tengah mengalami kekalahan melawan I Gusti Ngurah Batu. Setelah mengalami kekalahan, I Gusti Agung Putu bertapa dan mendapatkan pencerahan sehingga Ia berhasil memenangkan peperangannya melawan I Gusti Ngurah Batu. Setelah kemenangan itu, I Gusti Agung Putu mulai mendirikan pura di Danau Beratan yang kini dikenal sebagai Pura Ulun Danu. Di bangun sekitar tahun 1634 Masehi, pura ini dipergunakan sebagai tempat pemujaan terhadap Sang Hyang Widhi Wasa dan para dewa-dewa pemelihara danau. Konon katanya, pembangunan pura ini telah memberikan kemasyhuran bagi kerajaan Mengwi dan rajanya, I Gusti Agung Putu sehingga dijuluki “I Gusti Agung Sakti” oleh rakyatnya.


Sumber: Wonderful Indonesia

Menjadi pusat kegiatan religi para penduduk setempat, Pura Ulun Danu menjadi tujuan utama untuk melancarkan berbagai macam upacara adat penduduk sekitar. Salah satunya adalah upacara Melasti, upacara yang diadakan untuk membersihkan benda suci yang disakralkan (pratima) dalam rangka mengawali perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka yang diadakan setiap tahunnya. Pelaksanaan upacara Melasti ini tentunya berhasil menarik perhatian para wisatawan, terutama para wisatawan mancanegara. Hal ini dikarenakan upacara Melasti sangat menggambarkan budaya masyarakat Bali yang unik dan sakral. Menurut Manajer DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, terjadi peningkatan jumlah pengunjung sekitar 30 persen ketika upacara Melasti dilaksanakan.

Selain memiliki keunikan karena didirikan di tengah Danau Beratan, Pura Ulun Danu berada di daerah dataran tinggi yang terletak sekitar 1.239 meter di atas permukaan laut. Hal ini lah yang membuat kawasan Pura Ulun Danu memiliki udara yang sejuk dan seringkali berkabut. Dengan suhu rata-rata 18-22 derajat celcius, Pura Ulun Danu menjadi destinasi yang tepat bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di sekitar Pura dengan udara yang sejuk. Untuk menikmati keindahan alam dan budaya di Pura Ulun Danu, para pengunjung perlu menyiapkan dana seperti yang sudah tercantum pada gambar di bawah ini:

Sumber: Manajemen Operasional DTW Ulun Danu Beratan

Jika anda tertarik untuk mengunjungi Pura Ulun Danu, jangan lupa untuk selalu mematuhi peraturan yang telah ditetapkan di Pura Ulun Danu. Karena sebagai pengunjung, kita harus bisa menghargai budaya dari tempat-tempat yang akan kita kunjungi. Selamat menikmati keindahan Pura Ulun Danu!

8 Komentar

  1. Wahh, kok bisa ya ada pura di tengah danau..

    BalasHapus
  2. Bali is my second home ❤️‍🩹

    BalasHapus
  3. mau kesini pas liburan nanti ah 😍

    BalasHapus
  4. murah juga ya tiket masuknya

    BalasHapus
  5. waktu liburan kemarin aku dateng dan pas banget penduduk lokalnya lagi ngadain upacara melasti hehehe

    BalasHapus
  6. ini salah satu cara untuk menarik turis yang sangat efektif sih

    BalasHapus
  7. ternyata bule juga penasaran ya sama budaya masyarakat bali

    BalasHapus